Tip trik Dari Rock Fhising
keselamatan memancing' Perikanan, khususnya ikan batu, bisa berbahaya. Ikuti tips keselamatan dasar setiap saat memancing rock apabila:
• Jangan Sendiri. Ikan dalam kelompok tiga orang sedikitnya dan dalam melihat satu sama lain. Jika seseorang dicuci, satu orang bisa tinggal dan membantu sementara layanan darurat lainnya alert (dial 000). pengguna telepon Mobile juga dapat dial 112 untuk mengakses layanan darurat.
• Memberitahukan pengguna lain rencana Anda. Selalu biarkan teman atau keluarga tahu di mana Anda akan dan kapan kau akan kembali.
• Memakai pakaian cahaya. Cahaya pakaian seperti celana pendek dan jaket semprot akan membiarkan Anda berenang dengan mudah Jika Anda dicuci masuk Pelompat mungkin berat dan sulit untuk lepas landas.
• Pakailah alas kaki yang sesuai. Cleat, sandal dan sandshoes dengan non slip sol permukaan sesuai dengan yang berbeda. Gunakan sepatu yang sesuai untuk kondisi.
• Carry keselamatan gigi. Kenakan jaket hidup atau rompi apung. Juga membawa sesuatu apung yang dapat dengan mudah dibuang dan memegangi, untuk membantu Anda tetap bertahan. Carry tali, pelampung dan Ches.
• Ikan hanya di tempat-tempat Anda tahu aman dan tidak pernah ikan di daerah yang terkena selama laut kasar atau besar. Pastikan Anda mengetahui cuaca lokal, membengkak dan kondisi pasang surut sebelum pergi memancing. Dengarkan prakiraan cuaca atau hubungi saluran informasi cuaca di 1900 937 107. Perlu diketahui bahwa kondisi bisa berubah secara dramatis dalam waktu singkat.
•Perhatikan pertama, ikan nanti. Luangkan waktu (minimal 30 menit) menonton spot Anda dimaksudkan sebelum penangkapan untuk mendapatkan ide dari kondisi selama membengkak penuh / siklus gelombang. kondisi Wave bisa bertambah buruk karena perubahan pasang surut - Anda harus mengetahui apakah pasang yang tinggi atau rendah dan masuk atau keluar.
• Merencanakan rute melarikan diri jika anda dicuci masuk Tetap tenang - jika Anda dicuci, berenang jauh dari batu dan mencari tempat yang aman untuk datang ke darat atau tetap bertahan dan menunggu bantuan datang.
• Tetap waspada. Jangan pernah membelakangi laut - jika gelombang, cuaca atau membengkak mengancam tempat memancing anda maka segera pergi.
• Mintalah nasihat dari penduduk setempat yang tahu daerah tersebut. Mereka selalu akan memberitahu Anda ketika suatu daerah berbahaya.
• Jangan melompat jika seseorang dicuci ke dalam air. Gunakan tali atau sesuatu yang mengapung untuk menyelamatkan orang tersebut. Jika ada sebuah Ring Angel dekatnya tahu bagaimana menggunakannya. Dial 112 di ponsel Anda untuk mendapatkan bantuan.
Rockfishing and Landbasefishing Spot
Lokasi ini sangatlah alami & lautnya sangat bersih, saat kami melakukan explore ke tempat ini, perjalanan kami memakan waktu 3 jam dari desa pertama-Benete, dengan menggunakan Jeep 4x4WD, setelah menempuh perjalanan yg melelahkan kami istirahat sejenak sambil menikmati kopi hangat yg kami bawah masing-masing didalam tas ransel, setelah habis dgn satu batang rokok, kami meneruskan perjalanan dgn berjalan kaki selama 25menit ke Spot ini dgn meliwati hutan dan 2 kali kami harus melintasi atau memotong sungai yg kira2 dalamnya setinggi pinggang org dewasa. Namun setelah sampai di spot ini, lemparan atau casting kami ini tidak beberapa kali & langsung stright. Berhasil hookup setelah bertarung selama 20menit. Sangat alami & potensi.
Fishing & Refreshing with Jono Rossi July'10
Memancing bersama sahabat dari Australia kali ini tidaklah terlalu baik, karena masih dalam suasana angin yang sangat kencang dan tentunya ombak yang besar pula. Tetapi walaupun demikian Brother yang satu ini tetap enjoy karena apabila disaat ombak besar dia bisa dengan senang menyalurkan hobby nya yang lain yaitu berselancar diatas ombak yang besar itu yang tidak jauh dari tempat ia menginap yaitu di Jelengah-Scar Reef Hotel ataupun ke Supersuck.
Trip mancing saya bersama dengan brother Australia satu ini bukan juga dikategorikan tak berhasil sama sekali, namun beliau senang karena setiap spot yang saya berikan di jabani dan selalu saja ada strike walau hanya ikan-ikan kecil saja yang menyambar.
Hasil trip bersama selama 2 hari adalah :
• 1 ea Mangali / GT Blue fin 5kg
• 2 ea Tenggiri / Spanicmaccerel 1 kg
• 1 ea Cendro / Longtom 1kg
• 1 ea Talang-talang Quin fish
• 1 ea Hiu / Shark kira-kira 10kg ( released )
Trip mancing saya bersama dengan brother Australia satu ini bukan juga dikategorikan tak berhasil sama sekali, namun beliau senang karena setiap spot yang saya berikan di jabani dan selalu saja ada strike walau hanya ikan-ikan kecil saja yang menyambar.
Hasil trip bersama selama 2 hari adalah :
• 1 ea Mangali / GT Blue fin 5kg
• 2 ea Tenggiri / Spanicmaccerel 1 kg
• 1 ea Cendro / Longtom 1kg
• 1 ea Talang-talang Quin fish
• 1 ea Hiu / Shark kira-kira 10kg ( released )
Mengenal & Memperkenalkan lebih jauh tentang tehnik Popping di Sumbawa.
Kira-ikira pada pertengahan tahun 2003 saya mengenal hobby memancing, dimana saat itu dilingkungan tempat saya tinggal ada beberapa teman-teman saya telah lebih dahulu menggemari kegiatan / hobby outdoor yang satu ini. Hobby ini tetap eksis atau terus menjamur sampai saat sekarang ini karena lokasi-lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami.
Singkat ceritanya mereka selalu berkumpul diakhir pekan atau di malam minggu sambil bakar-bakar ikan hasil pancingan mereka dibarengi mengobrol lalu mengundang rekan-rekan mereka yang lainnya untuk datang dan menikmati hasil pancingan mereka itu. Singkat ceritanya lagi teman saya ini meracuni saya agar bisa ikut bersama-sama menggeluti kegiatan mereka itu.
Tak lama kemudian sayapun ikut dibeberapa kali acara memancing yang mereka lakukan pada setiap akhir pekan itu. Pada awalnya sebelum saya ikut, saya banyak bertanya tentang bagaimana mungkin ikan-ikan hasil buruan mereka itu mau memakan umpan-umpanan mereka yang terbuat dari fiber ataupun plastic itu. Dengan beberapa penjelasan yang saya terima dari mereka tak cukup memberi jawaban maksimal dalam diri dan benak saya dan sayapun semakin penasaran dan ingin melihat secara langsung. Dimasa itu umpan-umpanan yang mereka pakai adalah jenis SureCatch dari varian popTiger ataupun popCruiser. Jauh sebelum kami mengenal yang namanya Popper, rekan-rekan saya hanya menamakan semua jenis umpan-umpanan/lure buatan tersebut adalah Rapala. Tak terkecuali dengan jenis-jenis yang terbuat dari bahan Karet, Metal, Kayu ataupun yang jenis lainnya. Jenis Rapala ini adalah jenis umpan yang paling awam kami sering temukan. Terkadang dari para orang-orang Bule yang ada disekitar tempat kami bekerja ataupun juga pada beberapa toko-toko alat pancing saat itu. Dan akhirnya demikianlah kami mengenal seluruh umpan-umpanan tersebut sebagai Rapala.
Seiring waktu yang terus berganti, akhirnya barulah saya dapat mengerti. Rasa penasaran dan tanda tanya besar dalam diri saya itu dapatlah terjawab dengan sendirinya setelah terjun & melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Rapala/umpan-umpanan itu dilemparkan kedalam laut atau ketempat-tempat tertentu pada permukaan laut, kemudian ditarik kembali lalu menghasilkan gerakan menyerupai ikan-ikan kecil, menghasilhan bunyi yang khas, membuat percikan-percikan diatas permukaan air serta dibuat dengan berbagai jenis warna-warni yang menark, serta bentuk-bentuknya yang beragam semua itu mampu menggoda , mengengelabui dan membuat ikan-ikan agar bernafsu untuk menerkam umpan-umpanan itu yang sekarang ini dikenal ataua dinamakan Popper.
Singkat ceritanya mereka selalu berkumpul diakhir pekan atau di malam minggu sambil bakar-bakar ikan hasil pancingan mereka dibarengi mengobrol lalu mengundang rekan-rekan mereka yang lainnya untuk datang dan menikmati hasil pancingan mereka itu. Singkat ceritanya lagi teman saya ini meracuni saya agar bisa ikut bersama-sama menggeluti kegiatan mereka itu.
Tak lama kemudian sayapun ikut dibeberapa kali acara memancing yang mereka lakukan pada setiap akhir pekan itu. Pada awalnya sebelum saya ikut, saya banyak bertanya tentang bagaimana mungkin ikan-ikan hasil buruan mereka itu mau memakan umpan-umpanan mereka yang terbuat dari fiber ataupun plastic itu. Dengan beberapa penjelasan yang saya terima dari mereka tak cukup memberi jawaban maksimal dalam diri dan benak saya dan sayapun semakin penasaran dan ingin melihat secara langsung. Dimasa itu umpan-umpanan yang mereka pakai adalah jenis SureCatch dari varian popTiger ataupun popCruiser. Jauh sebelum kami mengenal yang namanya Popper, rekan-rekan saya hanya menamakan semua jenis umpan-umpanan/lure buatan tersebut adalah Rapala. Tak terkecuali dengan jenis-jenis yang terbuat dari bahan Karet, Metal, Kayu ataupun yang jenis lainnya. Jenis Rapala ini adalah jenis umpan yang paling awam kami sering temukan. Terkadang dari para orang-orang Bule yang ada disekitar tempat kami bekerja ataupun juga pada beberapa toko-toko alat pancing saat itu. Dan akhirnya demikianlah kami mengenal seluruh umpan-umpanan tersebut sebagai Rapala.
Seiring waktu yang terus berganti, akhirnya barulah saya dapat mengerti. Rasa penasaran dan tanda tanya besar dalam diri saya itu dapatlah terjawab dengan sendirinya setelah terjun & melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Rapala/umpan-umpanan itu dilemparkan kedalam laut atau ketempat-tempat tertentu pada permukaan laut, kemudian ditarik kembali lalu menghasilkan gerakan menyerupai ikan-ikan kecil, menghasilhan bunyi yang khas, membuat percikan-percikan diatas permukaan air serta dibuat dengan berbagai jenis warna-warni yang menark, serta bentuk-bentuknya yang beragam semua itu mampu menggoda , mengengelabui dan membuat ikan-ikan agar bernafsu untuk menerkam umpan-umpanan itu yang sekarang ini dikenal ataua dinamakan Popper.
Memperkenalkan tehnik POPPING
Bayangkan seandainya secara mendadak seekor ikan berukuran lebih dari 10 kg menyambar umpan Anda. Sentakan kuat dan bertenaga ikan itu akan membangkitkan adrenalin Anda. “Penggila” mancing di laut lepas, pasti pernah merasakan sensasi seperti itu. Itu bukan sekadar gambaran, tapi memang benar-benar bisa dirasakan langsung jika melakukan pemancingan di perairan terbuka. Baik di wilayah pantai berkarang, di dekat jermal-jermal, di sekitar pulau-pulau kecil, atau langsung dari atas perahu ataupun boat.
Satu teknik yang dalam beberapa tahun terakhir sangat digemari, baik di Indonesia mau pun di dunia adalah teknik mancing popping. Bahkan di Sumbawa-NusaTenggara Barat, para hobiis mancing mulai tumbuh bak jamur melakukan popping sejak satu tahun belakangan ini. Banyak hobiis pancing yang mencoba teknik popping mengaku sangat tertantang, senang dan cukup memompa adrenalin. Apalagi dalam popping., targetnya adalah ikan-ikan predator yang sering ke permukaan air untuk berburu. Umumnya jenis ikan seperti Alu-alu (Barakuda), Great Travelly (GT) atau ikan Mangali (Travelly), Tenggiri ( Spanismackrel ), Lemadang ( Mahi-mahi/Dolphin fish ) , layaran, Tuna dan Marlin adalah target-target utamanya. Ikan-ikan yang berat satuannya rata-rata di atas 5 kg!
Ikan-ikan predator yang suka “pamer” atau yang kelaparan, biasanya sangat galak dan tertantang jika ada ikan yang lebih kecil berkecipak di atas permukaan air. Suara cipratan air yang khas itu menggoda sang ikan untuk menyergap mangsanya. Kebiasaan ikan-ikan predator ini sudah diamati sekian lama oleh para “penggila” mancing. Berdasarkan penelitian mereka, dikembangkanlah suatu teknik memancing yang kemudian dikenal sebagai popping. Prinsipnya, umpan buatan dalam popping (disebut Popper) dirancang dan dibentuk agar menimbulkan efek yang sama atau mirip dengan ikan-ikan santapan predator. Satu yang khas dari popper, adalah lengkungan bulat cekung di ujungnya.TEKNIK POPPING
Ingin mencoba popping? Tak ada yang sulit. Yang penting anda harus membiasakan diri dengan gaya memancing popping yang aktif. Sebab teknik dasar popping adalah melempar umpan dan menarik kembali kenur. Dari sekian banyak literatur dan penjelasan dari hobiis, popper dilemparkan pada jarak tertentu, kemudian kenur digulung. Saat kenur digulung, popper akan tertarik dan terlihat mirip dengan gerakan ikan kecil yang berenang cepat di permukaan air. Popper ini juga akan menimbulkan cipratan air dan bunyi yang khas. Inilah yang akan memancing ikan predator untuk mendekat dan menyambar.
Lempar dan tarik ini terus dilakukan sampai predator menyambar popper. Ketika popper disambar (strike), ikan akan tersangkut di mata kail yang menempel pada popper. Akibat terkejut, ikan spontan menyentak dan membuat gerakan perlawanan yang bertenaga. Di sinilah dibutuhkan keterampilan pemancing untuk menaklukkan ikan predator. Keberhasilan popping memang tergantung pada keterampilan pemancingnya, namun persiapan peralatan juga sangat menentukan. Yang pertama adalah persiapan joran. Banyak hobiis yang merekomendasikan penggunaan joran S II. Spesifikasi joran ini berupa stik sepanjang 2,4 m (atau lebih), action: medium heavy, line test 30 lb-80 lb, lure weight 300 gr-400 gr. Itu untuk joran. Sementara untuk benang pancingnya mereka menyarankan tipe braided 50 lb – 80 lb, reel dengan kapasitas spool 050:150 m. Braided adalah jenis tali pancing yang terbuat dari pilinan serat nilon. Keunggulannya, tali ini walau lebih kecil dan halus namun lebih tahan tarikan dan tak mudah putus. Dalam teknik popping, umpan buatan yang disebut popper juga sangat menentukan keberhasilan pemancingan. Pemilihan popper ini harus dilakukan dengan cermat dan disesuaikan dengan target dan daerah pemancingan (fishing spot and area/zone).Dari sekian jenis popper yang ada di pasaran, para hobiis mancing merekomendasikan popper Adhek Bali. Misalnya dari tipe long goby, my girl, maharani atau gecko (big, mini, baby, supermini). Sementara ada juga yang merekomendasi popper SureCatch dari varian popTiger atau popCruiser. Kedua produk popper ini punya kelebihan masing-masing.
Namun jika anda diarea Sumbawa anda bisa menggunakan dan memakai popper product lokal Sumbawa yaiut Angky Popper-Sbw. yang sudah terekomendasi oleh angler atau pemancing-pemancing berpengalaman Sumbawa. disamping itu harganyapun jauh lebih terjangkau.
Pemasangan Popper
Setelah pemilihan popper, selanjutnya pemancing harus menempatkan popper dengan baik di ujung benang. Tips untuk pemasangan popper ini, ujung benang (perambut/leader line) digunakan senar monofilament yang tebal (ukuran 80 lbs – 150 lbs). Senar ini diikat pada popper dan disambungkan dengan benang braided menggunakan swivel/kili-kili (sejenis pengait khusus dari logam) berukuran 2/0–4/0.Penggunaan senar tebal sebagai pengikat popper penting agar sewaktu terjadi “strike” (ikan menyambar umpan), senar monofilament yang bersifat elastis bisa meredam sentakan ikan yang kuat. Penggunaan braided disarankan sebagai benang utama agar kenur tidak terlalu besar dan berat dibandingkan dengan senar monofilament.
Satu teknik yang dalam beberapa tahun terakhir sangat digemari, baik di Indonesia mau pun di dunia adalah teknik mancing popping. Bahkan di Sumbawa-NusaTenggara Barat, para hobiis mancing mulai tumbuh bak jamur melakukan popping sejak satu tahun belakangan ini. Banyak hobiis pancing yang mencoba teknik popping mengaku sangat tertantang, senang dan cukup memompa adrenalin. Apalagi dalam popping., targetnya adalah ikan-ikan predator yang sering ke permukaan air untuk berburu. Umumnya jenis ikan seperti Alu-alu (Barakuda), Great Travelly (GT) atau ikan Mangali (Travelly), Tenggiri ( Spanismackrel ), Lemadang ( Mahi-mahi/Dolphin fish ) , layaran, Tuna dan Marlin adalah target-target utamanya. Ikan-ikan yang berat satuannya rata-rata di atas 5 kg!
Ikan-ikan predator yang suka “pamer” atau yang kelaparan, biasanya sangat galak dan tertantang jika ada ikan yang lebih kecil berkecipak di atas permukaan air. Suara cipratan air yang khas itu menggoda sang ikan untuk menyergap mangsanya. Kebiasaan ikan-ikan predator ini sudah diamati sekian lama oleh para “penggila” mancing. Berdasarkan penelitian mereka, dikembangkanlah suatu teknik memancing yang kemudian dikenal sebagai popping. Prinsipnya, umpan buatan dalam popping (disebut Popper) dirancang dan dibentuk agar menimbulkan efek yang sama atau mirip dengan ikan-ikan santapan predator. Satu yang khas dari popper, adalah lengkungan bulat cekung di ujungnya.TEKNIK POPPING
Ingin mencoba popping? Tak ada yang sulit. Yang penting anda harus membiasakan diri dengan gaya memancing popping yang aktif. Sebab teknik dasar popping adalah melempar umpan dan menarik kembali kenur. Dari sekian banyak literatur dan penjelasan dari hobiis, popper dilemparkan pada jarak tertentu, kemudian kenur digulung. Saat kenur digulung, popper akan tertarik dan terlihat mirip dengan gerakan ikan kecil yang berenang cepat di permukaan air. Popper ini juga akan menimbulkan cipratan air dan bunyi yang khas. Inilah yang akan memancing ikan predator untuk mendekat dan menyambar.
Lempar dan tarik ini terus dilakukan sampai predator menyambar popper. Ketika popper disambar (strike), ikan akan tersangkut di mata kail yang menempel pada popper. Akibat terkejut, ikan spontan menyentak dan membuat gerakan perlawanan yang bertenaga. Di sinilah dibutuhkan keterampilan pemancing untuk menaklukkan ikan predator. Keberhasilan popping memang tergantung pada keterampilan pemancingnya, namun persiapan peralatan juga sangat menentukan. Yang pertama adalah persiapan joran. Banyak hobiis yang merekomendasikan penggunaan joran S II. Spesifikasi joran ini berupa stik sepanjang 2,4 m (atau lebih), action: medium heavy, line test 30 lb-80 lb, lure weight 300 gr-400 gr. Itu untuk joran. Sementara untuk benang pancingnya mereka menyarankan tipe braided 50 lb – 80 lb, reel dengan kapasitas spool 050:150 m. Braided adalah jenis tali pancing yang terbuat dari pilinan serat nilon. Keunggulannya, tali ini walau lebih kecil dan halus namun lebih tahan tarikan dan tak mudah putus. Dalam teknik popping, umpan buatan yang disebut popper juga sangat menentukan keberhasilan pemancingan. Pemilihan popper ini harus dilakukan dengan cermat dan disesuaikan dengan target dan daerah pemancingan (fishing spot and area/zone).Dari sekian jenis popper yang ada di pasaran, para hobiis mancing merekomendasikan popper Adhek Bali. Misalnya dari tipe long goby, my girl, maharani atau gecko (big, mini, baby, supermini). Sementara ada juga yang merekomendasi popper SureCatch dari varian popTiger atau popCruiser. Kedua produk popper ini punya kelebihan masing-masing.
Namun jika anda diarea Sumbawa anda bisa menggunakan dan memakai popper product lokal Sumbawa yaiut Angky Popper-Sbw. yang sudah terekomendasi oleh angler atau pemancing-pemancing berpengalaman Sumbawa. disamping itu harganyapun jauh lebih terjangkau.
Pemasangan Popper
Setelah pemilihan popper, selanjutnya pemancing harus menempatkan popper dengan baik di ujung benang. Tips untuk pemasangan popper ini, ujung benang (perambut/leader line) digunakan senar monofilament yang tebal (ukuran 80 lbs – 150 lbs). Senar ini diikat pada popper dan disambungkan dengan benang braided menggunakan swivel/kili-kili (sejenis pengait khusus dari logam) berukuran 2/0–4/0.Penggunaan senar tebal sebagai pengikat popper penting agar sewaktu terjadi “strike” (ikan menyambar umpan), senar monofilament yang bersifat elastis bisa meredam sentakan ikan yang kuat. Penggunaan braided disarankan sebagai benang utama agar kenur tidak terlalu besar dan berat dibandingkan dengan senar monofilament.
Explore New Spot Hunter GT Monster to Dompu/Hu'u Lakey-Bima NTB
Perjalan explorasi & ekspedisiku mengelilingi Pulau Sumbawa-NTB kali ini adalah kearah Timur pulau Sumbawa-NTB, tepatnya ke Kota Dompu-NTB, kota kecil ini biasanya terkenal dgn dijulukan/semboyan “Ngahi Rawi Pahu” dimana kota Bima sebagai ibukota kabupaten. Perjalan ke Kota Bima kira2 memakan waktu 1 jam dengan jaraknya kira 60km, atau kota yg terkenal dengan ombak survingnya yg sangat termasyur sampai ke Manca Negara yaitu pantai Hu’u-Lakey.
27-28 June 2009, BBMAC Family Touring & Gathering to Jelengah beach-Jereweh KSB
Dengan Kebersamaan kita jalin Kekompakan & Kekeluargaan
13 June 2009. Berburu Monster Yellowfin Tuna ke Selat Alas-Sumbawa.
Jalan Cerita :
Tgl.13-Jun-2009, Sekitar pkl.22.00wita, kami bertolak ke desa Utan-Sumbawa dan tiba disana sekitar pkl.02.00, jadi total perjalan kami itu memakan waktu kurang lebih 3-4 jam. Dalam perjalanan itu, kami sedikit terhambat dikarenakan salah satu dari mobil rekan kami mengalami kerusakan pada tali V-belt Alternator yg terputus. Sehingga kami terpaksa tidak bisa mempercepat laju kendaraan dgn pencahayaan yg semakin lama-semakin redup, supply energy dari batterynya semakin lama semakin habis dan tidak ada supply masuk dari Motor Alternator/Dinamo strumnya.
Perjalan kali ini juga sangat terasa meletihkan, sangat melelahkan karena daerah itu adalah daerah yang pertamakali kami jelajahi. Tak ada satupun diantara kami yg melihat rumah sahabat/teman yg akan kami tuju itu. Sehingga berkali-kali kami harus kesasar & berputar arah akibat tersesat dalam perjalan itu. Beruntung kami masih memiliki nomor telephone HP sahabat/teman kami tersebut, sehingga nomor Simpati milik reakan disana itu bisa kami hubungi sampai berkali-kali, sinyalnya pun alhamdulliah ngak ada gangguan.
Setelah tiba disana, kamipun bercerita sedikit ttg pengalaman mereka selama memancing dilokasi serta persiapan serta tackle apa yg perlu kami bawa. Kemudian kami istirahat sedikit kurang lebih 1.5 jam dan siap utk berangkat. Diantara kami ada yg tidak bisa lagi tertidur dan sudah tidak sabaran segera utk menuju laut/spot.
Tepat pkl. 4.00wita-subuh, kami bangun dan siap berangkat. Disertai dgn tiupan angin subuh yg sangat dingin, hingga menusuk sampai kedalam tulang dipagi hari itu…, kami bersiap naik ke atas kapal yg sudah disiapkan oleh rekan2 disana. Jarak dari rumah teman kami itu kepantai hanya sekitar kurang lebih 100mtrn saja, Dan ditengah kegelapan diatas kapal Cahaya Nur yg kami pakai yg bermesin taman 25pk merk Jiangdong itu, memecah keheningan langsung membelah laut Selat Alas, langsung menuju spot mancing yg kami maksud. Perjalan ke spot memakan waktu 1.5jam sampai 2 jam, bila kondisi normal.
Satu jam perjalan kami sudah tdk terasa, diufuk timur cahaya merah berpadu kuning dan kelabu adalah bias sangsurya yg mulai naik keatas langit menandakan pagi mulai tiba, rasa dingin kamipun akan segera sirna oleh datangnya sang Mentari. Tiga puluh menit kedepan kami telah sampai ke spot yg dimaksud. Bersamaan dgn itu pula disana juga telah tiba rekan kami yg lainnya.
Kurang lebih 200mtr-300meter lagi tiba dispot, kami melihat Bowling Tongkol sedang berpesta. Seperti terjadi hujan disana, kapten kapal Cahaya Nur memberi aba2 utk menurunkan peralatan mancing dgn bulu-bulu dulu, yg mana biasanya alat/takle ini adalah utk mencari dan menangkap ikan tongkol yg ukuran kecil, tujuannya adalah utk dijadikan umpan Tuna, Mahi-mahi/Lemadang, billfish atau yg sejenisnya. Tidak berselang waktu yg lama takle yg dilepaskan kedalam laut itu yg kira-kira terisi 100 s/d 200 mata kail yg dibalut dgn bulu-bulu itu sudah terasa sangat berat. Dengan memperlambat kecepatan kapal yg konstan, maka perlahan-lahan ikan tongkol satu persatu dinaikkan keatas kapal.
Sungguh menyenangkan panen tongkol kecil ini, hampir semua titik bulu2 terisi ikan-ikan tongkol, ibaratnya seperti tali jemuran dihalaman rumah dgn jemuran kaos kaki satu keluarga besar, berderet & berjejer ada yg besar ada yg kecil.
Setelah puas dgn tangkapan tongkol, kami mencoba utk mentarget Preman atau Predator.Dari berbagai tackle yg kami pakai, dari Tackle trolling sampai tackle Jigging semua tidak membuahkan hasil. Ini mungkin Sang predator lebih memilih yg asli daripada yg palsu ( palsu itu tidak bagus & tidak enak/keras hehehe ). ( Masih ada perempuan asli ngapain milih bencong kata pak Mansyur..bergurau huakakakaka..:)
Taklama kemudian kami melihat berkali-kali beberapa ekor baby Marlin ukuran kurang lebih 20-30kg melakukan atraksi, meloncat atau sedang pesta memakan tongkol disekitar kami .Namun kami lebih berkonsentrasi utk mengejar Monster Yellowfin Tuna.
Pada akhirnya teman kami mendapat strike di kapal yg lainnya...horeee.. Citrayul Chaidir menjadi eksekutor disana. Kami bergegas mengangkat semua takle utk menghindari terjadinya saling kait satu sama lain karena predator itu pasti akan lari kesetanan, menukik turun, berputar2 tidak karu-karuan karena kesakitan.
Pertarungan mereka sudah berjalan 25 menit, Dari kejauhan kami melihat mereka sudah terseret & terbawah oleh arus ke timur. Sementara kami belum mendapat strike apa-apa. Saya mencoba mengangkat umpan yg saya turunkan sejak awal tadi, fikiran saya mungkin sudah mati dan tidak mengundang nafsu bagi sang predator lagi, atau mungkin telah habis termakan hantu Laut Selat Alas HaHaHa…, maka saya mencoba menggantikan dgn yg masih segar & hidup. Demikian juga Pak Udin, Ingin mengganti umpannya. Dgn menurunkan pancing/umpan bulu-bulu lagi, tongkol yg ukuran kecil/sedang tidak membutuhkan waktu lama. Selang beberapa saatpun tongkol ukuran sedang yg ingin kami jadikan umpan kami sudah dapatkan.
Langsung saja kami berdua bergegas tancapkan ke mata kail masing2, Ikan Tongkol dilepas kedalam laut, lari kesakitan didalam air…..apa yg terjadi sesuadah itu…nasib kail saya tidak beruntung, sementara kail yg diturunkan oleh Pak Udin dgn pemberat yg bobotnya lebih serta jenis tongkolnya lebih besar sedikit dari yg saya turunkan, langsung mendapat sambutan, disergap dan dibawah kabur oleh sang predator dibawah sana dgn kedalaman sekitar 200-250mtr.Pertarunganpun dimulai tak ada bunyi screming reel yg nyaring, tak ada Rod dan Joran yg menukik indah, yg ada hanya suara truttttttt,trutttttt, truttttttttt berkali-kali dgn dahsyat, mono line-Damil120lb yg bergesek keras dalam sarung tangan welder pak Udin yg terbuat dari leader.
Otot tangan pak Udin terlihat jelas, urat otot dan pembuluh darahnyapun seketika menjadi membesar lantaran menahan kekuatan predator yg kira-kira bobotnya diatas 80kg.Dgn pertarungan itu juga, kami harus kembali menaikkan semua tackle yg kami turunkan agan tidak terjadi saling kait.Pertarungan berjalan 30menit, sang predator belum mau mengalah juga, Saat setelah kurang lebih benang sudah 90 persen masuk kedalam gulungannya, atau kurang dari 40 mtr lagi naik kepermukaan air laut, sang predator itupun kembali berlari masuk kedalam dasar laut. Hingga saatnya kami harus bergantian bertarung dgn moster ini, mengangkat sampai naik ke atas kapal. 40 menit tarik ulur berlalu Sang monsterpun menampakkan dirinya diatas air dgn sisa-sisa tenaganya.
“Woiiii..Monsterrrrrrrr woiiiii, Monsterrrrrr “ yang lainnya lagi berteriak ; “ Wih Yellowfin Tunaaaaaaa, Yelowfin Tunaaaaa ,” Kami bertambah semangat, namun kami harus ekstra hati-hati menangani monster ini. Dgn hati2 kami menancapkan gancu 6mm ke punggung predator itu, dan saat itulah sang monster mengamuk kesetanan, saat-saat finishing seperti itulah yg perlu penanganan yg extra hati-hati, dituntut bukan kegembiraan yg tidak terkontrol & penyelesaian yg tergopoh-gopoh.
Setelah mendekati kapal rontaan sang monster predator sangat terlihat jelas lagi, tak satupun tangan yg sanggup menahan rontaan itu. Siripnya serta ekornya pun bisa mencederai tangan kalau terjadi miss atau kesalahan. Perlahan-lahan kami mencoba utk memasang tali nylon 10mm di ekornya agar menghindari terjadinya putus pada tali pancing, saat itu tali sukses dilakukan/dipasang, tancapan gancu yg kedua pun dilakukan dan sudah sangat akurat pada tubuh monster predator itu. Kemudian utk membuat Sang Monster itu mati lebih cepat, Abk datang membatu dgn membawa sebuah pentungan terbuat dari kayu, sontak seketika ia menghantamkan pentungan itu berkali-kali kekepala Monster tersebut yg tidak mau mengalah.
Sulit terbayangkan rontaan-rontaannya hingga membuat body perahu ikut miring saat menahannya dan kami mencoba utk menaikkan keatas kapal kecil itu. Duakali mereka mencoba untuk naikkannya keatas kapal namun selalu gagal dan kembali jatuh, hingga saatnya yg ketiga kalinya…,
Desah nafas yg tersengah2 Pak Muji & Pak Udin juga abk itu, sangat jelas terdengar ditelinga, betapa tidak Monster itu jauh lebih besar dari Bobot tubuh mereka. Monster itu kira beratnya 80-90kg. Dengan mencuri nafas sejenak & mengumpulkan sisa-sisa tenaga mereka disisi kapal, kemudian disertai dgn hitungan kompak mereka sukses mendaratkan Monster itu dilantai kapal pada hitungan yg ketiga.
14/Jun/2009, we going fishing in to Utan-Sumbawa, may be take 3hrs by the road to this village. And could be 10mil or 1.5 hrs we are on the traditional boat to go this spot. Size for this boat is 9m x 1.5m type Longboat made of wood. Engine is 25hp single cylinder in board.In the morning early we start at 4 o’clock and comeback to the beach as start point at 10 am. We just use 4 hrs to fishing and catch 2 fish table size Yellowfin Tuna.The fish fought very well and it required some change of people to land it.When we landed the fish into the boat maybe size 160lb or 180lb. Nice size and quite stoked that we had landed it.
19-20 May 2009, Dialam bebas bersama tamu dari USA & England
27-28 June 2009, BBMAC Family Touring & Gathering to Jelengah beach-Jereweh KSB
Dengan Kebersamaan kita jalin Kekompakan & Kekeluargaan
13 June 2009. Berburu Monster Yellowfin Tuna ke Selat Alas-Sumbawa.
Jalan Cerita :
Tgl.13-Jun-2009, Sekitar pkl.22.00wita, kami bertolak ke desa Utan-Sumbawa dan tiba disana sekitar pkl.02.00, jadi total perjalan kami itu memakan waktu kurang lebih 3-4 jam. Dalam perjalanan itu, kami sedikit terhambat dikarenakan salah satu dari mobil rekan kami mengalami kerusakan pada tali V-belt Alternator yg terputus. Sehingga kami terpaksa tidak bisa mempercepat laju kendaraan dgn pencahayaan yg semakin lama-semakin redup, supply energy dari batterynya semakin lama semakin habis dan tidak ada supply masuk dari Motor Alternator/Dinamo strumnya.
Perjalan kali ini juga sangat terasa meletihkan, sangat melelahkan karena daerah itu adalah daerah yang pertamakali kami jelajahi. Tak ada satupun diantara kami yg melihat rumah sahabat/teman yg akan kami tuju itu. Sehingga berkali-kali kami harus kesasar & berputar arah akibat tersesat dalam perjalan itu. Beruntung kami masih memiliki nomor telephone HP sahabat/teman kami tersebut, sehingga nomor Simpati milik reakan disana itu bisa kami hubungi sampai berkali-kali, sinyalnya pun alhamdulliah ngak ada gangguan.
Setelah tiba disana, kamipun bercerita sedikit ttg pengalaman mereka selama memancing dilokasi serta persiapan serta tackle apa yg perlu kami bawa. Kemudian kami istirahat sedikit kurang lebih 1.5 jam dan siap utk berangkat. Diantara kami ada yg tidak bisa lagi tertidur dan sudah tidak sabaran segera utk menuju laut/spot.
Tepat pkl. 4.00wita-subuh, kami bangun dan siap berangkat. Disertai dgn tiupan angin subuh yg sangat dingin, hingga menusuk sampai kedalam tulang dipagi hari itu…, kami bersiap naik ke atas kapal yg sudah disiapkan oleh rekan2 disana. Jarak dari rumah teman kami itu kepantai hanya sekitar kurang lebih 100mtrn saja, Dan ditengah kegelapan diatas kapal Cahaya Nur yg kami pakai yg bermesin taman 25pk merk Jiangdong itu, memecah keheningan langsung membelah laut Selat Alas, langsung menuju spot mancing yg kami maksud. Perjalan ke spot memakan waktu 1.5jam sampai 2 jam, bila kondisi normal.
Satu jam perjalan kami sudah tdk terasa, diufuk timur cahaya merah berpadu kuning dan kelabu adalah bias sangsurya yg mulai naik keatas langit menandakan pagi mulai tiba, rasa dingin kamipun akan segera sirna oleh datangnya sang Mentari. Tiga puluh menit kedepan kami telah sampai ke spot yg dimaksud. Bersamaan dgn itu pula disana juga telah tiba rekan kami yg lainnya.
Kurang lebih 200mtr-300meter lagi tiba dispot, kami melihat Bowling Tongkol sedang berpesta. Seperti terjadi hujan disana, kapten kapal Cahaya Nur memberi aba2 utk menurunkan peralatan mancing dgn bulu-bulu dulu, yg mana biasanya alat/takle ini adalah utk mencari dan menangkap ikan tongkol yg ukuran kecil, tujuannya adalah utk dijadikan umpan Tuna, Mahi-mahi/Lemadang, billfish atau yg sejenisnya. Tidak berselang waktu yg lama takle yg dilepaskan kedalam laut itu yg kira-kira terisi 100 s/d 200 mata kail yg dibalut dgn bulu-bulu itu sudah terasa sangat berat. Dengan memperlambat kecepatan kapal yg konstan, maka perlahan-lahan ikan tongkol satu persatu dinaikkan keatas kapal.
Sungguh menyenangkan panen tongkol kecil ini, hampir semua titik bulu2 terisi ikan-ikan tongkol, ibaratnya seperti tali jemuran dihalaman rumah dgn jemuran kaos kaki satu keluarga besar, berderet & berjejer ada yg besar ada yg kecil.
Setelah puas dgn tangkapan tongkol, kami mencoba utk mentarget Preman atau Predator.Dari berbagai tackle yg kami pakai, dari Tackle trolling sampai tackle Jigging semua tidak membuahkan hasil. Ini mungkin Sang predator lebih memilih yg asli daripada yg palsu ( palsu itu tidak bagus & tidak enak/keras hehehe ). ( Masih ada perempuan asli ngapain milih bencong kata pak Mansyur..bergurau huakakakaka..:)
Taklama kemudian kami melihat berkali-kali beberapa ekor baby Marlin ukuran kurang lebih 20-30kg melakukan atraksi, meloncat atau sedang pesta memakan tongkol disekitar kami .Namun kami lebih berkonsentrasi utk mengejar Monster Yellowfin Tuna.
Pada akhirnya teman kami mendapat strike di kapal yg lainnya...horeee.. Citrayul Chaidir menjadi eksekutor disana. Kami bergegas mengangkat semua takle utk menghindari terjadinya saling kait satu sama lain karena predator itu pasti akan lari kesetanan, menukik turun, berputar2 tidak karu-karuan karena kesakitan.
Pertarungan mereka sudah berjalan 25 menit, Dari kejauhan kami melihat mereka sudah terseret & terbawah oleh arus ke timur. Sementara kami belum mendapat strike apa-apa. Saya mencoba mengangkat umpan yg saya turunkan sejak awal tadi, fikiran saya mungkin sudah mati dan tidak mengundang nafsu bagi sang predator lagi, atau mungkin telah habis termakan hantu Laut Selat Alas HaHaHa…, maka saya mencoba menggantikan dgn yg masih segar & hidup. Demikian juga Pak Udin, Ingin mengganti umpannya. Dgn menurunkan pancing/umpan bulu-bulu lagi, tongkol yg ukuran kecil/sedang tidak membutuhkan waktu lama. Selang beberapa saatpun tongkol ukuran sedang yg ingin kami jadikan umpan kami sudah dapatkan.
Langsung saja kami berdua bergegas tancapkan ke mata kail masing2, Ikan Tongkol dilepas kedalam laut, lari kesakitan didalam air…..apa yg terjadi sesuadah itu…nasib kail saya tidak beruntung, sementara kail yg diturunkan oleh Pak Udin dgn pemberat yg bobotnya lebih serta jenis tongkolnya lebih besar sedikit dari yg saya turunkan, langsung mendapat sambutan, disergap dan dibawah kabur oleh sang predator dibawah sana dgn kedalaman sekitar 200-250mtr.Pertarunganpun dimulai tak ada bunyi screming reel yg nyaring, tak ada Rod dan Joran yg menukik indah, yg ada hanya suara truttttttt,trutttttt, truttttttttt berkali-kali dgn dahsyat, mono line-Damil120lb yg bergesek keras dalam sarung tangan welder pak Udin yg terbuat dari leader.
Otot tangan pak Udin terlihat jelas, urat otot dan pembuluh darahnyapun seketika menjadi membesar lantaran menahan kekuatan predator yg kira-kira bobotnya diatas 80kg.Dgn pertarungan itu juga, kami harus kembali menaikkan semua tackle yg kami turunkan agan tidak terjadi saling kait.Pertarungan berjalan 30menit, sang predator belum mau mengalah juga, Saat setelah kurang lebih benang sudah 90 persen masuk kedalam gulungannya, atau kurang dari 40 mtr lagi naik kepermukaan air laut, sang predator itupun kembali berlari masuk kedalam dasar laut. Hingga saatnya kami harus bergantian bertarung dgn moster ini, mengangkat sampai naik ke atas kapal. 40 menit tarik ulur berlalu Sang monsterpun menampakkan dirinya diatas air dgn sisa-sisa tenaganya.
“Woiiii..Monsterrrrrrrr woiiiii, Monsterrrrrr “ yang lainnya lagi berteriak ; “ Wih Yellowfin Tunaaaaaaa, Yelowfin Tunaaaaa ,” Kami bertambah semangat, namun kami harus ekstra hati-hati menangani monster ini. Dgn hati2 kami menancapkan gancu 6mm ke punggung predator itu, dan saat itulah sang monster mengamuk kesetanan, saat-saat finishing seperti itulah yg perlu penanganan yg extra hati-hati, dituntut bukan kegembiraan yg tidak terkontrol & penyelesaian yg tergopoh-gopoh.
Setelah mendekati kapal rontaan sang monster predator sangat terlihat jelas lagi, tak satupun tangan yg sanggup menahan rontaan itu. Siripnya serta ekornya pun bisa mencederai tangan kalau terjadi miss atau kesalahan. Perlahan-lahan kami mencoba utk memasang tali nylon 10mm di ekornya agar menghindari terjadinya putus pada tali pancing, saat itu tali sukses dilakukan/dipasang, tancapan gancu yg kedua pun dilakukan dan sudah sangat akurat pada tubuh monster predator itu. Kemudian utk membuat Sang Monster itu mati lebih cepat, Abk datang membatu dgn membawa sebuah pentungan terbuat dari kayu, sontak seketika ia menghantamkan pentungan itu berkali-kali kekepala Monster tersebut yg tidak mau mengalah.
Sulit terbayangkan rontaan-rontaannya hingga membuat body perahu ikut miring saat menahannya dan kami mencoba utk menaikkan keatas kapal kecil itu. Duakali mereka mencoba untuk naikkannya keatas kapal namun selalu gagal dan kembali jatuh, hingga saatnya yg ketiga kalinya…,
Desah nafas yg tersengah2 Pak Muji & Pak Udin juga abk itu, sangat jelas terdengar ditelinga, betapa tidak Monster itu jauh lebih besar dari Bobot tubuh mereka. Monster itu kira beratnya 80-90kg. Dengan mencuri nafas sejenak & mengumpulkan sisa-sisa tenaga mereka disisi kapal, kemudian disertai dgn hitungan kompak mereka sukses mendaratkan Monster itu dilantai kapal pada hitungan yg ketiga.
14/Jun/2009, we going fishing in to Utan-Sumbawa, may be take 3hrs by the road to this village. And could be 10mil or 1.5 hrs we are on the traditional boat to go this spot. Size for this boat is 9m x 1.5m type Longboat made of wood. Engine is 25hp single cylinder in board.In the morning early we start at 4 o’clock and comeback to the beach as start point at 10 am. We just use 4 hrs to fishing and catch 2 fish table size Yellowfin Tuna.The fish fought very well and it required some change of people to land it.When we landed the fish into the boat maybe size 160lb or 180lb. Nice size and quite stoked that we had landed it.
19-20 May 2009, Dialam bebas bersama tamu dari USA & England






